Awas, Hati-hati Beli Apartemen di Semester II ini!

Nov 16 2011

JAKARTA, KOMPAS.com - Senin, 15 Agustus 2011 | 14:16 WIB

Masyarakat sepertinya harus berhati-hati mengambil keputusan pembelian produk properti pada semester II 2011 ini. Pasalnya, harga produk properti, terutama apartemen, diperkirakan bakal meningkat sekitar 8 % – 12% di luar agenda kenaikan harga reguler setiap ada peningkatan permintaan.

“Memang, di akhir tahun biasanya akan terjadi kenaikan harga (baja) dan seharusnya sudah dapat diprediksi pengembang,” ucap Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, akhir pekan lalu.

Tercatat pada semester I 2011 harga bijih besi melonjak sebesar 21% menjadi US$182 per ton dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar US$150 per ton. Lantaran permintaan yang tinggi diperkirakan bijih besi bakal naik tipis menjadi US$184 per ton pada semester II 2011. Apabila dirata-ratakan maka prediksi harga bijih besi pada semester II 2011 itu naik 20% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar US$153 per ton.

Ali memperkirakan, kenaikan itu seharusnya tidak mempengaruhi harga rumah (landed house) lebih dari 3%. Sementara bangunan tinggi seperti apartemen bakal terkena dampak kenaikan harga baja sekitar 8%-12% terhadap harga jual produk.

Ali juga telah memprediksi, semester II 2011 akan menjadi momen kenaikan harga properti mencapai 20%. Kenaikan tersebut sebagian besar disumbang oleh peningkatan harga produk properti kelas menengah atas.

“Kenaikan harga semester dua diperkirakan mencapai 20%. Kenaikan didominasi oleh properti menengah atas,” ungkapnya.
Peningkatan harga itu, jelas dia, lebih karena kenaikan harga dari properti primer lantaran banyaknya pengembang yang merilis proyek baru pada semester dua. Akibatnya, berdampak pada pasar properti secara umum.

“Hati-hati, peningkatan harga properti primer. Banyak pengembang yang launch proyek baru,” kata Ali. Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa. Dia meminta pengembang untuk tidak menaikkan harga produk properti dalam level yang tidak rasional. Dia mengkhawatirkan hal itu akan menyebabkan gelembung (bubble) di sektor properti. Apalagi, taraf kebutuhan rumah di Jakarta berbeda dengan daerah lainnya. “Saya harap pengembang lebih rasional. Tidak sembarang menaikkan harga produk properti. Kalau disamaratakan kenaikannya di setiap daerah ini bisa menciptakan bubble yang berdampak pada perekonomian,” tutur dia. Dia menjelaskan, potensi bubble itu dapat terjadi apabila terjadi kenaikan harga properti yang luar biasa. Kenaikan tersebut biasa terjadi akibat penyeragaman periode kenaikan harga antara Jakarta dengan kota lainnya.

Harga baja
Sementara itu, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso mengaku, masih menghitung potensi dampak kenaikan harga baja terhadap harga properti. “Kita sedang berhitung,” ujarnya. Untuk diketahui, harga baja jenis plat hitam (hot rolled/HR) yang digunakan untuk proyek infrastruktur dan konstruksi bakal menanjak naik pada semester II 2011. Peningkatan harga itu sebagai imbas dari naiknya harga bahan baku baja.

Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Irvan Kamal Hakim memprediksi, kenaikan harga plat hitam itu sepertinya akan mengikuti tren kenaikan harga setelah Lebaran yang terjadi pada semester II selama 11 tahun terakhir (kecuali saat krisis 2008). “Biasanya, setelah hari raya, harga dan volume plat hitam akan meningkat pada pasar domestik,” tuturnya. (Dani Prasetya)

Editor: Latief

Sumber berita :http://www1.kompas.com/read/xml/2011/08/15/14164539/Awas.Hati-hati.Beli.Apartemen.di.Semester.II.ini.

Leave a Reply

Name

Mail (will not be published)

Website