Dicari, Sosok Presiden yang Berpihak pada Perumahan Rakyat

May 26 2014

JAKARTA - Carut marutnya masalah perumahan rakyat menjadi salah satu tantangan yang akan dihadapi oleh calon presiden dan calon wakil presiden mendatang. Selain itu, berkaca dari pimpinan sebelumnya, sektor perumahan dan properti seakan-akan masih dianggap menjadi anak tiri.

Anggota Indonesia Properti Watch (IPW) Ali Tranghanda, menakar kedua pasangan Capres/Cawapres ini berdasarkan figur dan latar belakang mereka, sehingga dapat meneropong arah kebijakan sektor perumahan dan properti Indonesia ke depan.

“Berbicara mengenai pasangan Jokowi-JK, pada saat Jokowi saat sebagai Gubernur sebenarnya telah mempunyai pandangan betapa pentingnya sektor papan, selain pangan dan sandang, apalagi di perkotaan seperti Jakarta. Konsep kampung deret dapat dijadikan model untuk perkotaan lain di Indonesia sebagai bagian dari peremajaan lingkungan kumuh,” ucapnya yang dikutip dari laman resmi IPW,Kamis (22/5/2014).

Selain itu, menurutnya pembangunan rusunawa di kawasan waduk yang merupakan aset pemprov DKI Jakarta adalah model kecil dari konsep bank tanah yang seharusnya sudah
dimiliki pemerintah. Karena konsep bank tanah salah satunya untuk penyediaan hunian bagi kalangan masyarakat menengah bawah.

Sementara itu, sosok Jusuf Kalla sebagai pendamping Jokowi diharapkan dapat menjadi eksekutor andal. Program 1.000 tower rusunami yang merupakan ide beliau seharusnya
dapat menjadi terobosan untuk pemenuhan hunian bagi MBR, namun sayangnya konsep tersebut dirasakan terburu-buru tanpa mekanisme dan batasan yang jelas.

Akibatnya program tersebut menjadi salah sasaran dan gagal karena tidak disertai kebijakan penunjang lainnya. Belum lagi permasalahan otonomi daerah yang menjadi kendala program tersebut.

Dari segi pasangan Prabowo-Hatta, Ali menyebut kalau dalam dunia properti, pasangan ini dinilai relatif belum menempatkan sektor hunian atau papan sebagai prioritas utama.

“Jenis bisnis Prabowo yang relatif sangat jauh dari hubungannya dengan properti dan perumahan membutuhkan sosok lain untuk ditunjuk sebagai Kementerian Perumahan Rakyat agar sektor ini tidak terbengkalai seperti saat ini. Keberpihakan Prabowo pada pedesaan seharusnya dapat dilihat secara utuh dengan keseimbangan antara wilayah pertanian dan pengembang properti sehingga tata ruang dapat diatur sebaik mungkin,” jelasnya.

Di sisi lain, calon wakil Prabowo, Hatta Rajasa pun menurutnya relatif masih belum memfokuskan diri untuk melihat bisnis properti sebagai bagian dari kebutuhan pokok. Keahliannya di bidang perekonomian dapat dijadikan dasar untuk melihat bisnis properti sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ekonomi. Namun, terlepas dari latar belakang kedua pasang capres dan cawapres ini, semuanya kembali pada rakyat.

Karena rakyatlah yang akan menentukan. Dirinya berharap siapa pun yang akan menjadi presiden nanti dapat memperhatikan sektor properti dengan segala permasalahannya dengan bijaksana, mengingat saat ini belum ada sistem perumahan nasional yang dapat mengendalikan pasar properti secara baik.

“Tingginya backlog tidak dapat diselesaikan begitu saja tanpa adanya fokus yang serius dari pemerintah. Kondisi yang saat ini terjadi dimana perumahan rakyat semakin terpinggirkan karena tidak ada proteksi dan keberpihakan pemerintah untuk dapat menyediakan hunian bagi rakyatnya yang seharusnya dapat sejalan antara masyarakat berpenghasilan rendah dan bisnis properti komersial. Kita berharap presiden nanti akan serius melihat sektor perumahan dan properti sebagai bagian dari faktor kesejahteraan sebuah bangsa,” tutup dia (wdi)

 

Link: http://property.okezone.com/read/2014/05/22/471/988549/dicari-sosok-presiden-yang-berpihak-pada-perumahan-rakyat

Leave a Reply

Name

Mail (will not be published)

Website