Grand Asia Afrika Residence @ February 2014 – Plus Minus Investasi Apartemen

Feb 01 2014

JAKARTA - Investasi properti adalah salah satu investasi yang diyakini paling menguntungkan dan tidak mengkhawatirkan. Mengapa?

Menurut Business Development and Finance Manager Paragon Square, Ranto beberapa waktu lalu jika dibandingkan dengan investasi emas, yang harganya terus melorot dan tentu saja mengantarkan investornya pada gerbang kerugian. Begitu juga dengan investasi saham yang penuh ketidakpastian akibat krisis global.

Sementara itu, menurut Panagian Simanungkalit dalam bukunya Rahasia Menjadi Miliarder Properti, ada delapan jenis pilihan investasi properti. Salah satunya investasi apartemen atau kondominium. Apartemen di kota besar seperti Jakarta memang menjadi investasi yang sangat menggiurkan. Ingin tau apalagi kelebihanya? Berikut penjelasannya.

Pertama, permintaan yang tinggi terutama di kawasan CBD (Central Business District), pemukiman ekspatriat, dan sekitar kampus.

“Di Jakarta, kawasan CBD melingkupi tiga jalan utama yang membentuk segitiga emas, yakni Jalan Sudirman-Thamrin, Gatot Subroto dan Rasuna Said,” ucap Pangian Simanungkalit yang dikutip dari bukunya Rahasia Menjadi Miliarder Properti, Jumat (31/1/2014).

Sedangkan kawasan yang tergolong kawasan ekspatriat, lanjutnya, adalah Kemang, Jakarta Selatan. Meski cukup jauh dari pusat kota, namun belakangan muncul banyak apartemen untuk menangkap kebutuhan pasar.Kedua, resiko kekosongan rendah. Maksudnya, jika lokasi tersebut sudah nyaman dijadikan sebagai tempat inggal, biasanya penyewa akan terus menempati apartemen tersebut.

Ketiga, {cup rate} yang tinggi. Yakni 7 hingga 10 persen.

“Dengan resiko kekosongan unit rendah, maka income yang datang dari sewa unit pun otomatis lancar. Hal ini tentu membuat cup rate tinggi, diatas cup rate rumah sewa atau ruko dan rukan,” tutupnya.
(wdi)

 

Link: http://property.okezone.com/read/2014/01/31/471/934445/plus-minus-investasi-apartemen

 

Tambahan:

Di Bandung, kawasan perkantoran utama satu-satunya atau Central Business District ( CBD ) hanyalah wilayah Asia Afrika hingga daerah sekitar simpang lima. Mengapa dapat dikatakan menjadi satu-satunya? Sedikit banyaknya hal ini terjadi karena tidak banyak kawasan kota Bandung yang mampu didirikan bangunan bertingkat karena kontur tanah kota Bandung bisa dikatakan terletak di altitude cukup tinggi ditambah pelbagai faktor, sehingga diyakini bahwa rancangan tata letak kota Bandung dari sejak awal telah mengindikasikan bahwa posisi wilayah kawasan simpang lima merupakan posisi yang ideal dan cenderung savety bila didirikan bangunan-bangunan bertingkat, terlepas dari fungsi bangunan tersebut baik untuk perkantoran maupun hunian.

Pertumbuhannya dari tahun ke tahun mengalami tingkat permintaan yang cukup tinggi. Terbukti dari meningkatnya perubahan fungsi dari jalan asia afrika hingga jl Sudirman menjadi lahan perkantoran atau instansi-instasi. Hal ini diyakini karena jumlah pertambahan penduduk di kota Bandung setiap tahunnya terus meningkat drastis, baik dari para tamatan mahasiswa maupun pendatang yang betah dengan enviroment dari kota yang sejuk dan asri ini.

 

 

 

 

Regards,

L Ferdianto

Leave a Reply

Name

Mail (will not be published)

Website