Wow…Kondominium Laris Manis!

Jul 21 2012

JAKARTA, KOMPAS.com – Penjualan properti di Indonesia masih tetap berkibar, walaupun kondisi perekonomian global terguncang. Ancaman krisis global yang dipicu krisis utang di Eropa ternyata tidak menyurutkan daya beli kondominium di Indonesia.

Serta ada keinginan bertempat tinggal di tengah kota. “
– Luke Rowe

Hasil riset dari konsultan properti Jones Lang LaSalle menyebutkan, lebih dari separuh dari 27.400 unit suplai kondominium yang akan berdiri di Jakarta sampai 2015 sudah dipesan habis. Lebih detail, sekitar 63% suplai kondominium di Jakarta sampai 2015 sudah ada pembelinya atau sekitar 17.262 unit.

Residential Project Marketing Group Head Jones Lang LaSalle, Luke Rowe, mengungkapkan tingginya permintaan tersebut disebabkan oleh beberapa alasan, yakni suku bunga di Indonesia yang relatif rendah. Suku bunga ini menarik perhatian kelas menengah ke atas Jakarta untuk berinvestasi di sektor properti kondominium.

“Serta ada keinginan bertempat tinggal di tengah kota,” kata Luke di Jakarta, Kamis (18/7/2012).

Berdasarkan analisis dari Jones Lang LaSalle juga, kondominium yang ada di Jakarta saat ini sudah mencapai 79.700 unit. Dari jumlah kondominium tersebut, sekitar 92,5 % diantaranya sudah terserap.

Dampak dari kenaikan permintaan kondominium tersebut, harga kondominium kuartal II naik 6,4% jika dibandingkan kuartal I tahun yang sama. Untuk kondominium kelas atas, harganya sudah naik menjadi Rp 25 juta per meter persegi (m2), sedangkan kondominium kelas menengah, harga belinya sudah naik menjadi Rp 16 juta per m2. Begitu juga dengan harga kondominium kelas menengah ke bawah, yang saat ini sudah naik menjadi Rp 9 juta per m2. (Melati Amaya Dori)

 

Open Link

 

Baca juga artikel-artikel seputar properti menarik lainnya di:   http://grand-asia-afrika.com/category/tips/

 

 

Leave a Reply

Name

Mail (will not be published)

Website